Menyusuri Peranakan Tionghoa Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan di Negeri Singa

Menyusuri Peranakan Tionghoa Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan di Negeri Singa

Setiap tahun, Federation of Peranakan Associations (FPA) mengadakan konvensi yang diselenggarakan secara bergantian di negara-negara peserta Federasi yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Australia dan Indonesia. Setelah konvensi tahun lalu diadakan di Jakarta, Indonesia dengan Aspertina sebagai tuan rumahnya, maka pada tahun ini konvensi yang digabung dengan acara “Peranakan Arts Festival 2015” akan diselenggarakan di Singapura.

Acara yang akan diadakan pada tanggal 6-8 November 2015 ini akan diisi dengan berbagai kegiatan yang sangat menarik seperti pertunjukan teater, kesenian, seminar, bazar mengenai budaya dan kegiatan Peranakan di seluruh dunia. Beragam kegiatan ini akan diselenggarakan di sebuah bangunan bersejarah bernama Victoria Theatre and Concert Hall yang dibangun pada tahun 1855 dan masih terjaga dengan baik hingga sekarang.

Festival ini mengangkat tema kebudayaan Peranakan Tionghoa masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dikemas dalam beragam rangkaian acara yang sangat sayang untuk dilewatkan. Berikut rangkuman acara “Peranakan Arts Festival 2015”:

Hari ke-1

Pre-Sho Peranakan Dinner dan Theatre Shows

Hari pertama para pengunjung akan dihibur dengan penampilan teater bertaraf internasional dengan pertunjukan drama musik komedi yang akan membuat suasana penuh dengan tawa riang canda. “Bibiks Behind Bars... Kena Again!” akan dibintangi serta kehadiran seorang aktor bintang tamu veteran yaitu Koh Chieng Mun yang telah membintangi banyak film baik layar lebar maupun layar kaca di Singapura.

 

Hari ke-2

Convention, Cultural Interludes & Workshops, Peranakan Bazaar, dan Tok Panjang Dinner



The 28th Baba Nyonya Convention akan berlangsung pada hari ke dua dengan tiga buah topik seminar mengenai Peranakan Tionghoa yaitu:
• Baba Patois: Today & Tomorrow
• The Business of Being Peranakan | Authenticity & Sustainability
• Adulation, Subjugation or Misplaced Identities? The essence of being Peranakan – 50 years forward.

Selain seminar, Anda juga akan dihibur oleh Cultural Interludes yang akan mengekspresikan kebudayaan Peranakan Tionghoa melalui musik peranakan, tarian, dan berbagai demontrasi menarik. Dan jangan lewatkan juga untuk membawa pulang oleh-oleh khas peranakan negeri singa ini seperti ornamen, pakaian, perhiasan, dan makanan khas Peranakan Tionghoa.

Malam harinya, para pengunjung akan dimanjakan dengan sensasi berbagai hidangan nikmat di The New Empress Lawn.

 

Hari ke-3

Peranakan Lunch

Pada hari terakhir, Anda bisa menyaksikan Theatre Show bertema kisah cinta, “Pintu Pagar” (optional add cost). Dan rangkaian acara Peranakan Arts Festival 2015 akan diakhiri dengan peranakan Lunch .


Paket konvensi meliputi:
- Welcome Buffet Dinner pada tanggal 6 November 2015
- 1x tiket pertunjukan musikal “Bibiks Behind Bars Kena Again”
- Seminar setengah hari (termasuk 1x tea break dan lunch) pada tanggal 7 November 2015
- Farewell lunch pada tanggal 8 November 2015
Aspertina mengajak khalayak umum yang tertarik dengan budaya Peranakan untuk turut menghadiri penyelenggaraan “Peranakan Arts Festival 2015” di Singapura dengan mendaftarkan diri ke:

Sekretariat Aspertina
88 Office Building Lantai 32 unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88 Jakarta Selatan, Indonesia
Tlp : 021 – 29820200
Hp: 08176886748 / 081290868887 (Sdri. Pramita)
Email : pramita@aspertina.org
Email: info@aspertina.org