Festival Chong Yang ( Double Ninth Festival)

Festival Chong Yang ( Double Ninth Festival)

Sumber : armonizandotuvida.blogspot.com

 “ When autumn comes on Double Ninth Festival, / my flower [the chrysanthemum] will bloom and all others perish. / When the sky-reaching fragrance [of the chrysanthemum] permeates Chang'an, / the whole city will be clothed in golden armour.

Original Chinese text :

Cuplikan puisi  di atas merupakan bagian  dari puisi yang ditulis oleh pemimpin pemberontak, Kaisar Huang Chao dari  dinasti Qi pada saat berperang menentang kekuasaan dinasti Tang .

Baris terakhir dari puisi ini menjadi judul asli (dalam bahasa  Traditional Mandarin)  film epic Curse of The Golden Flower,  yang disutradarai   oleh  Zhang Yimoudan  dibintangi oleh Gong Li, Chow Yun Fat dan Jay Chou. Film kolosal ini  mengisahkan pemberontakan yang  direncanakan oleh Permaisuri dan tentaranya yang dipimpin oleh Pangeran Jai, terhadap kekuasaan Raja yang adalah suami sang Permaisuri dan ayah Pangeran Jai sendiri.

Pemberontakan yang berhasil digagalkan,  dilaksanakan pada malam perayaan Chong Yang atau yang biasa dikenal dengan festival Double Ninth (festival 99). Kemegahan istana menyambut festival,  keindahan bunga Chrysanthemum dan persiapan menyambut festival  Chong Yang dapat disaksikan di sepanjang film tersebut.

Festival  ini jatuh pada hari ke 9 bulan ke 9 pada penanggalan kalender Bulan. Karena mengandung dua (double dalam bahasa mandarin disebut Chong) unsur angka 9 ( dalam bahasa mandarin disebut : Yang) , maka festival ini dikenal dengan nama festival Chong Yang , yang jatuh pada tanggal 21 Oktober 2015 pada penanggalan Masehi. Angka 9 merupakan angka dengan karakteristik maskulin /positif , maka amat sangat disayangkan apabila hari tersebut dilewatkan tanpa suatu perayaan .

Meskipun di Indonesia festival Chong Yang tidak sepopular festival lainnya, namun masyarakat Tiongkok telah merayakan festival tersebut sejak 2000 tahun yang lalu.

 

Legenda Chong Yang Festival

Sumber : www.whatsontianjin.com

Ada beberapa  legenda seputar festival Chong Yang yang  beredar di masyarakat. Salah satunya adalah Legenda Kuno dari Sungai Ruhe yang terletak di sebelah barat wilayah Han.

Alkisah,   tinggalah Roh Jahat yang berdiam di dasar sungai  Ruhe. Kemunculannya ke permukaan setiap tahun menimbulkan bencana penyakit yang menewaskan banyak warga yang tinggal di sekitarnya. Melihat penderitaan warga desa yang ditimbulkan karena bencana ini, Huan Jing , pemuda yang  selamat dari bencana penyakit , bertekad untuk mencari seorang Guru yang dapat mengajarinya ilmu untuk mengalahkan Roh Jahat.

Dalam pengembaraannya , Huan Jing bertemu dengan seorang Guru yang mangajarinya ilmu sakti untuk mengalahkan Roh Jahat. Tepat pada tanggal 8 bulan ke 9, Sang Guru memanggil Huan Jing dan memberitahu, bahwa esok hari Roh Jahat akan datang dan Huan Jing diminta untuk segera pulang ke desanya. Sang Guru membekali muridnya dengan arak Chrysantemum dan daun Zhuyu / Cornus.

Sekembalinya ke desa, Han Jing membagikan penduduk dengan Zhuyu dan arak Chrysantemum, dan meminta mereka untuk pergi ke atas gunung.

Ketika Roh Jahat muncul, aroma daun Zhuyu dan arak Crysanthemum membuat pusing Roh Jahat. Kesempatan ini segera dimanfaatkan Huan Jing untuk mengambil pedang dan membunuhnya.

Sejak saat itu, mendaki gunung dan menikmati arak Chrysanthemum merupakan kegiatan yang sering dilakukan untuk menyambut festival Chong Yang. Selain itu daun Zhuyu juga menghiasi rumah-rumah penduduk, dan dipercaya dapat menolak roh jahat dan mendatangkan kebaikan.

Versi lain dari legenda yang beredar adalah versi Bintang Api. Pada tanggal 9 bulan 9  zaman kuno, bintang Api (Mars) mulai gelap, pada zaman itu manusia menganggap api sebagai dewa yang disembah, maka gelapnya bintang api merupakan suatu hal yang sangat menakutkan. Ketika bintang api mulai terang kembali, maka dilakukanlah acara sembahyang api.

Hal ini dilakukan turun menurun dan berkembang menjadi sembahyang tanggal 9 bulan 9.  Kemudian berkembang lagi menjadi hari libur untuk tamasya, naik gunung atau tempat yang tinggi.

Kegiatan naik gunung disamakan dengan olah raga. Yang tentunya berefek kesehatan. Karena itulah pada tanggal 9 bulan 9 diartikan sehat selama-lamanya dan panjang umur selama-lamanya. Perayaan tanggal 9 bulan 9 sejak 2000 tahun lalu sudah dirayakan oleh orang Tiongkok kuno. Masyarakat Tiongkok membuat kue bulan sembilan yaitu Zhong Yang Kao/ Qi Kao (sekarang masih ada buat kue yang disebut kau sai wang) dan minum arak Guihua.

Pada tahun 1989, pemerintah Tiongkok menetapkan Chong Yang Festival sebagai  Senior Day  (hari Para Manula).

 

Penulis  : Rebecca Muljadi

Sumber : Wikipedia, china highlight, batampos