Jejak Sejarah Kelenteng Cu An Kiong

Jejak Sejarah Kelenteng Cu An Kiong

Tidak ada catatan yang pasti mengenai tahun berdirinya Kelenteng Cu An Kiong di Indonesia, namun diperkirakan kelenteng ini didirikan pada pertengahan abad ke 15, dan diyakini merupakan kelenteng tertua di tanah Jawa. Catatan mengenai Kelenteng Cu An Kiong banyak terdapat di Museum Den Hag Belanda.

Pada awal pembangunannya,  Kelenteng Cu An Kiong yang berada di tepi kali Lasem merupakan tempat sembahyang utama masyarakat keturunan Cina di Lasem dan sekitarnya. Kelenteng ini dibangun oleh orang Tionghoa yang pertama kali mendarat di Lasem sebagai wujud sukacita karena telah diberikan keselamatan selama berada di lautan, dan Kelenteng ini  dibangun sebagai tempat pemujaan Thian Siang Seng Bo atau Dewi Samudera. Di luar ritual keagamaan, Cu An Kiong juga menjadi tempat beberapa aktifitas yang terbuka bagi semua umat.

Sejarah kembali mencatat, di kelenteng inilah Raden Ngabehi dan Raden Panji Margono bersama Tan Kie Wie menyusun strategi penyerangan ke penjajah Belanda. Kelenteng Cu An Kiong memiliki  dinding dan meja altar tengah yang luasnya tak lebih dari seperlima bangunan, sekarang merupakan bagian yang paling orisinil. Sebagian besar ornamen yang memenuhi area ini pun konon masih asli.

Di sisi kiri-kanan bagian depan bangunan utama, ada kurang lebih lima puluh ubin berlukis kehidupan manusia menghiasi dinding hingga ke langit-langit. Lukisan dinding seperti ini dapat ditemui di beberapa kelenteng yang terletak di pantai pesisir Jawa dan menjadi ciri khas kelenteng pesisir Jawa.

Sumber gambar: nasionalgeographic.co.id