Tradisi Cap Go Meh dan Pesan Perdamaian

Tradisi Cap Go Meh dan Pesan Perdamaian

Hari Raya Cap Go Meh atau Yuan Xiaojie (dalam bahasa Tionghoa) adalah salah satu perayaan hari raya tradisional Tiongkok. Perayaan Cap Go Meh jatuh pada tanggal 15 bulan pertama tahun Imlek. Menurut tradisi rakyat Tiongkok, sehabis Cap Go Meh maka berakhirlah seluruh perayaan Tahun Baru Imlek.

Perayaan Cap Go Meh identik dengan pesta lampion, makan onde-onde, dan makan lontong Cap Go Meh sambil menyeruput secangkir teh. Tradisi minum teh ini menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa sejak 3000 tahun sebelum masehi, yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa.

 

Untuk melestarikan tradisi tersebut, Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) bekerja sama dengan BCA Prioritas mengadakan perayaan Cap Go Meh bertajuk “Cap Go Meh A Celebration of Peace, Love & Hope”. Acara ini berlangsung pada Kamis, (25/2) di Casa Grande Residence Kota Kasablanka, Jakarta.

Perayaan Cap Go Meh ini diawali dengan sambutan dari Bapak Andrew selaku Ketua Aspertina. Dilanjutkan dengan talkshow mengenai Budaya Minum Teh dan Kesehatan bersama Ibu Trixie dari TWG. Ibu Trixie menjabarkan mengenai budaya minum teh di dunia sampai pengaruh minum teh untuk kesehatan. Usai mendengarkan talk show, para tamu undangan dihibur dengan pertunjukan pemain Guzheng sambil menikmati sajian Lontong Cap Go Meh.

Dalam acara ini, Aspertina tidak hanya ingin menjalankan tradisi Cap Go Meh saja namun juga ingin membangun kesadaran masyarakat tentang kasus bullying tehadap anak melalui talk showStop Bullying”. Talk show ini menghadirkan  Ibu Irianthy dari yayasan Peace, Love and Hope sebagai pembicara. Peace, Love and Hope adalah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak usia 5 – 15 tahun. Mereka membangun karakter anak agar lebih kreatif dan menghargai sesama melalui berbagai projek di luar sekolah.

Perayaan Cap Go Meh ini ditutup dengan peragaan busana Kebaya Peranakan dari Rumah Kebaya dan charity. Semakin kita mencintai tradisi, menjaga kedamaian, dan membangun cinta kasih disitulah kita akan selalu memperoleh keberkahan. Gong Xi Gong Xi!

 

Penulis: Diah Lestari