Sejarah Perayaan Kue Bulan

Sejarah Perayaan Kue Bulan

Foto: hongkong.peninsula.com
 

Dalam penanggalan Tionghoa, perayaan awal musim gugur (Mid Autumn Festival) atau yang lebih dikenal dengan Festival Kue Bulan (Mooncake Festival) dirayakan pada tanggal 15 bulan 8 setiap tahunnya, di mana tahun ini jatuh di tanggal 27 September 2015. Perayaan datangnya musim gugur ini mempunyai kesamaan dengan perayaan Thanksgiving Day di Amerika.

Jika pada  Thanksgiving Day, orang memanjatkan syukur karena hasil panen yang melimpah, demikian juga di Mid Autumn Festival, rakyat Tiongkok bersyukur akan awal panen sebelum memasuki musim dingin. Tapi ada juga pendapat bahwa esensi Thanksgiving di Amerika lebih mirip dengan perayaan Winter Solstice Festival (Dongzhi Festival), yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama “sembahyang ronde” di bulan Desember.

Apa yang diperingati dan bagaimana asal usul perayaan musim gugur ini? Banyak sekali versi, baik di negeri Tiongkok sendiri, maupun di negeri-negeri lain yang masih berakar budaya sama seperti Jepang dan Vietnam, di mana mereka mempunyai hikayat sendiri tentang perayaan.

 

Legenda Hou Yi dan Chang E

Gambar: hwjyw.com
 

Banyak simpang siur dalam cerita legenda Hou Yi dan Chang E ini. Secara singkat, ada yang bilang Hou Yi ini dulunya adalah dewa, ada juga yang berkisah, dia adalah raja tiran yang kejam, dan masih ada beberapa versi lain. Versi yang  paling populer adalah: konon dulu bumi dikelilingi oleh 10 matahari. Suatu hari ke-10 matahari bersinar bersamaan dan mengakibatkan kekeringan hebat di mana-mana. Penguasa Langit, yang disebut dengan Kaisar Langit mengadakan sayembara untuk memanah 9 matahari dan meninggalkan satu untuk kehidupan di bumi.

Pemanah Hou Yi mencoba dan berhasil memanah 9 matahari. Kaisar Langit senang dan bertanya kepada Hou Yi hadiah apa yang diinginkannya. Alih-alih meminta harta kekayaan, Hou Yi ternyata hanya ingin menikahi gadis yang dicintainya yaitu Chang E. Kemudian menikahlah mereka dengan perayaan yang begitu meriah.

Setelah menikah, Kaisar Langit  ingin merombak istananya, dan memanggil Hou Yi yang bukan saja seorang pemanah ulung tapi juga seorang arsitek mumpuni. Proyek pemugaran istana langit berhasil dengan sukses. Saking senangnya, Kaisar Langit menghadiahkan sebotol pil untuk kehidupan abadi dengan catatan harus berbagi dengan istrinya, supaya Hou Yi dan Chang E bisa hidup berdampingan selamanya sekaligus mencapai keabadian.

Sedemikian gembiranya Hou Yi, dia segera berlari ke rumah dan menunjukkan pil keabadian itu. Saking senangnya, sang istri Chang E, langsung membuka botol tersebut dan meminum  habis isinya.  Seketika itu juga Chang E pingsan hingga terjatuh ke lantai dan pada saat yang sama tubuhnya terasa ringan, dan melayang ke langit. Merasa terkejut,  Chang E, menyambar barang apa saja untuk berpegangan sehingga dia tidak terbang ke langit. Namun usahanya sia-sia, ia terus terbang semakin tinggi ke atas. Usahanya yang terakhir, Chang E menyambar kandang kelincinya miliknya yang berisi kelinci putih kesayangannya. Namun  Chang E tetap melayang ke langit dan akhirnya terdampar di bulan.

Konon, sampai sekarang, kelinci itu bisa terlihat jika bulan sedang bulan purnama. Tapi kemudian keajaiban masih berpihak kepada pasangan Hou Yi dan Chang E, setahun sekali, pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan Tiongkok, akan muncul jembatan yang menghubungkan bumi dan bulan, sehingga pasangan itu dapat bertemu dan memadu kasih di hari itu.

 

Revolusi Ming (berdirinya Dinasti Ming)

Gambar: wikia.com
 

Versi lain mengenai latar belakang festival kue bulan adalah revolusi Ming yang bertujuan menggulingkan  Dinasti Yuan. Setelah Tiongkok dijajah sekian lama oleh penjajah Mongol di bawah Dinasti Yuan (1280 – 1368) – ada yang menyebutnya Dinasti Goan (beda dialek pengucapan saja). Bagi yang suka baca cerita silat dan nonton serial silat, ini jamannya Sin Tiau Hiap Lu (Yo Ko – Siao Liong Lie) di mana kota Siang Yang akhirnya jatuh ke tangan orang Mongol dan seluruh Tiongkok berada di bawah kekuasaan dinasti baru, Yuan (?).

Dalam kurun waktu tersebut, pemberontakan untuk menumbangkan Dinasti Yuan terus berlangsung, tetapi belum pernah berhasil. Akhirnya di kisaran tahun 1360-an, timbul gerakan bawah tanah, yang dipimpin oleh seorang petani bernama Zhu Yuanzhang (???). Zhu dan penasehatnya Liu Bowen (???) menyebarkan rumor bahwa ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan hanya bisa dicegah dengan memakan kue bulan (mooncake) yang sudah dipersiapkan secara khusus yang kebetulan jatuh pada perayaan awal musim gugur, yaitu tanggal 15 bulan 8.

Gambar: wikipedia.org
 
 

Ternyata rumor tersebut adalah strategi Zhu Yuanzhang untuk menyebarkan surat kepada sebagian besar rakyat yang mendukung pemberontakan untuk menggulingkan penguasa Mongol. Pesan rahasia ditulis di dalam 4 buah mooncake yang dikemas dalam satu buah kotak. Masing-masing mooncake itu harus dipotong menjadi 4 bagian, sehingga total mendapatkan 16 potong yang kemudian harus dirangkai sedemikian sehingga pesan rahasia tersebut dapat terbaca. Ada juga versi yang mengatakan bahwa pesan rahasia tersebut ditulis di kertas dan dimasukkan di tengah mooncake.

Singkat cerita, Dinasti Yuan akhirnya tumbang, dan digantikan oleh Dinasti Ming (1368 – 1644) dengan Zhu Yuanzhang yang menjadi kaisar pertamanya. Untuk mengenang perjuangan dan titik balik berdirinya Dinasti Ming, sejak saat itu, festival kue bulan terus diperingati secara rutin sampai sekarang.

Penulis : Aji Chen
Editor: Rebecca Artha Muljadi