Barongsai Juga Olahraga

Barongsai Juga Olahraga

Barongsai Juga Olahraga

Aspertina - Kebudayaan etnis Tionghoa merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari sejarah bangsa Indonesia. Salah satu dari banyaknya kebudayaan yang masih terus terpelihara adalah barongsai dan liong. Kedua cabang seni sekaligus olahraga ini sejak 2000 telah berada di bawah naungan Persobarin (Persatuan Olahraga Barongsai Seluruh Indonesia).

Seiring dengan pertumbuhan etnis keturunan Tionghoa di Indonesia, demikianlah barongsai dan liong juga semakin berkembang, apalagi setelah masa refomasi, di saat kebudayaan Tionghoa semakin dibebaskan untuk terus berkembang. Lambat laun semakin banyak bermunculan klub-klub barongsai di setiap daerah. Meski memiliki kesamaan, tiap klub juga mengusung banyak perbedaan.

Dari perbedaan inilah sering terjadi perpecahan di antara komunitas. Karena itulah dirasakan perlu untuk membentuk wadah yang menaungi cabang olahraga seni ini secara terpusat dan terpadu.

“Persobarin adalah badan yang mencoba mempersatukan seni olahraga barongsai di seluruh Indonesia. Terbukti ketika terjadi kristalisasi, ada klub yang muncul dan bubar, namun Persobarin tetap eksis,” ujar Ketua Umum PB Persobarin Dahlan Iskan.

Sesuai dengan hakikatnya, olahraga adalah alat pemersatu bangsa dan dunia. Barongsai dan liong diharapkan dapat mempersatukan tiap suku dan etnis di Indonesia.

“Sekarang kita tidak lagi hanya melihat keturunan Tionghoa memainkan barongsai. Sudah banyak pemain dari suku-suku lain. Barongsai bukan saja milik etnis Tionghoa tapi milik bangsa Indonesia. Bahkan barongsai sekarang ada yang dimotif dalam bentuk batik,” tambah ketua periode 2011-2015 itu.

Namun, tidak dapat dipungkiri hingga kini masih banyak orang di Indonesia belum mengetahui barongsai dan liong merupakan salah satu cabang olahraga. Padahal kedua cabang ini telah mengukir prestasi tingkat dunia. Hal ini sangat wajar, mengingat selama ini orang mengenal barongsai hanya sebagai salah satu kesenian dari China.

“Sejak dulu barongsai selalu dipentaskan saat ada upacara keagamaan dan upacara penting lainnya. Namun jika kita melihat lebih dalam dalam pertunjukan itu sangat jelas mengandung unsur olahraga. Setiap pemain barongsai dan liong dituntut untuk memiliki kekuatan sekaligus seni,” kata Ketua Harian Persobarin Budi S Tanuwibowo saat dihubungi SH.

Dengan demikian, barongsai yang satu ini dapat dikategorikan ke dalam seni olahraga, seperti halnya dengan olahraga senam. Sistem penilaiannya sangat tergantung dari keindahan gerakan yang dipertunjukkan.

Untuk menilai secara objektif dalam satu pertandingan barongsai ditunjuk tujuh hingga sembilan juri. Olahraga ini juga memperhatikan waktu, biasanya dalam satu pertandingan barongsai membutuhkan waktu 7-10 menit. “Jadi mungkin penilaiannya mirip dengan senam atau renang indah,” tambah Budi. Barongsai memiliki dua cabang, yaitu barongsai lantai dan tongkat.

Sumber: Sinar Harapan

casino deposit flash free no play free cash no deposit casino coupon code coupon no deposit prism casino treasure mile casino no deposit casino deposit list no