House of Sampoerna, Jejak Industri Rokok Linting di Surabaya

House of Sampoerna, Jejak Industri Rokok Linting di Surabaya

House of Sampoerna, Jejak Industri Rokok Linting di Surabaya

Bangunan megah bergaya kolonial Belanda tersebut di bangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. House of Sampoerna, nama yang terpasang di depan bangunan tersebut, pada awalnya merupakan panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Bangunan ini kemudian di beli oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, pabrik rokok terkenal di Indonesia.

Terletak di landscape kota Surabaya lama yang masih terdapat bangunan-bangunan lama sisa peninggalan Belanda, House of Sampoerna merupakan museum yang bercerita tentang koleksi barang peninggalan keluarga Liem Seeng Tee dan fasilitas produksi rokok linting kretek dengan alat tradisional.

Didalam House of Sampoerna kita dapat melihat benda-benda unik milik keluarga si pendiri Sampoerna seperti meja tulis, koleksi kebaya nyonya, buku-buku dll nya. Juga ada replika toko makanan isteri si pendiri sebelum terjun dalam bisnis rokok klinting.

Kita juga dapat melihat alat-alat dan bahan-bahan pembuat rokok tradisional, sehingga dapat membayangkan bagaimana para pekerja rokok kelinting pada jaman dahulu, tangannya menggulung lembar demi lembar kertas rokok dan disi dengan tembakau sebelum kemudian di rapikan dengan dipotong memakai pisau. Semuanya serba manual, dikerjakan oleh manusia.

Menurut keterangan yang didapat dari musem tersebut, hampir ratusan pekerja dalam industri produksi rokok linting yang berperan sehingga kita dapat melihat ratusan lebih rokok linting di pasar-pasar tradisional dan toko-toko kelontong yang kebanyakan milik orang Tionghoa.

Di museum tersebut, kita juga dapat membeli souvenir dengan gambar jadul, seperti postcard yang menggambarkan pecinan Surabaya tempo doeloe, atau kaus bergambar sama dan barang-barang lainnya.

Untuk mencapai tempat ini, kita hanya membutuhkan 10 menit-an dari Plaza Tunjungan Surabaya, yang merupakan land mark kota Buaya ini dengan kendaraan bermotor. Pihak museum juga menyediakan shuttle bus bagi para wisatawan lokal dan luar negeri yang mau mengunjungi museum ini apabila tidak memiliki kendaraan pribadi.

House of Sampoerna, sebuah tempat dimana kita bisa melihat jejak industri rokok linting di Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya, dapat dikunjungi setiap hari pukul 09.00-22.00, tanpa di pungut biaya apapun.

(Diyah Wara)  


   

free no deposit casinos online 25 casino deposit no required bono de casino sin deposito bonos de casinos gratis sin deposito any new online casinos no money deposits