Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu

Mari Elka Pangestu

Jia Xiang Hometown - Keberhasilan perempuan 56 tahun ini tentunya tidak lepas dari prestasi yang telah ditorehnya. Setidaknya, Mari termasuk  dalam jajaran ekonomi papan atas Indonesia. Kiprahnya di ruang akademisi dan keterlibatannya dalam berbagai organisasi berbasis perekonomian menjadikannya bagian dari anggota kabinet Indonesia Bersatu jilid I dan II. Selama menjadi menteri dukungan dan kritikan keras juga kerap datang menerpanya.

Terlahir sebagai puteri dari seorang ekonom kondang bernama Panglaykim, seluk beluk dunia ekonomi sudah pasti mengalir dalam darah wanita kelahiran 23 Oktober 1956 di Jakarta ini.

Setelah menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Australia, Mari melanjutkan pendidikan sarjana muda dan magisternya di negeri kangguru, persisnya di Australian National University, Canbera, Australia.

Spesialisasi yang digeluti Mari adalah bidang perdagangan dan keuangan internasional dengan fokus pada kawasan regional, ASEAN, RRT dan Asia Pasifik. Jenjang S-3 ekonomi diperolehnya dari University of California, Davis, Amerika Serikat.

Kini perempuan berdarah Tionghoa ini untuk kedua kalinya menjabat sebagai Menteri pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Tepatnya, sejak 19 Oktober 2011 lalu, Mari resmi memimpin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menggantikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Ir. Jero Wacik.

Di sela kesibukannya sebagai seorang menteri, kiprah Mari Elka Pangestu juga berlangsung di banyak bidang. Di antaranya sebagai anggota Dewan Penasehat dari Global Competitivness Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF), Ketua Negosiator Indonesia pada Organisasai Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), Ketua Kelompok-33, yaitu kelompok negara-negara berkembang di bawah naungan organisasi WTO serta beberapa organisasi yang berkecimpung dalam bidang keuangan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Di luar hingar bingar permasalahan keuangan, pada tahun 1992, Mari bersama rekan-rekan juga pernah mendirikan Yayasan Sejati, yaitu sebuah yayasan yang mendukung inisiatif di bidang sosial budaya dan lingkungan hidup. Aktifitasnya ini telah melahirkan penghargaan dari berbagai pihak. Penghargaan itu datang dari lembaga pendidikan terkemuka yang ada di Australia dan Amerika Serikat.

Kini, ibu dua putra ini masih menjadi dosen tamu tidak tetap untuk mata kuliah Ekonomi Internasional di Universitas Indonesia.

casino deposit free no online play casino no deposit gfed cherry gold casino no deposit casino free play no deposit bingo for cash no deposit