Atlet Nasional Erwein Wijayanto dan Edgar Xavier Marvelo Mengharumkan Nama Bangsa Melalui Wushu

Atlet Nasional Erwein Wijayanto dan Edgar Xavier Marvelo Mengharumkan Nama Bangsa Melalui Wushu

Setelah unjuk kebolehan di Pasar Taoen Baroe yang diselenggarakan Aspertina dan Kota Kasablanka dalam rangka memeriahkan Hari Raya Imlek 2017, Aspertina berhasil mewawancarai Erwein Wijayanto dan Edgar Xavier Marvelo. Keduanya merupakan atlet wushu nasional yang berasal dari Pelatihan Daerah (Pelatda) DKI Jakarta.
Kata Wushu berasal dari dua kata yaitu “Wu” dan “Shu”. Arti dari kata “Wu” adalah ilmu perang, sedangkan arti kata “Shu” adalah seni. Wushu (?? atau ??; bahasa Tionghoa: w?shù) sendiri secara harafiah artinya adalah "seni bertempur/bela diri". Seni bela diri ini berasal dari negeri tirai bambu, Cina.
Wushu yang berstandar Internasional di Indonesia diprakarsai oleh tokoh olahraga I Gusti Kompyang Manila yang kemudian menjadi Ketua Umum PBWI yang pertama, dan juga dikenal sebagai ‘Bapak Wushu Indonesia’. Dan, pada tahun yang sama diresmikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kepada Aspertina, Edgar dan Erwein menceritakan perjalanan dan kecintaan mereka sebagai atlet wushu nasional. “Kalau saya dari kecil suka nonton film wushu. Waktu SMA, ketemu lah dengan ekstra kurikuler (ekskul) wushu dan dari situ semakin tertarik” kata Edgar. Erwein juga berbagi cerita tentang awal mula ketertarikannya pada Wushu. “Yang pasti Wushu itu unik, beda, jarang dan membutuhkan mental yang kuat. Harus lentur dan tahan tekanan juga. Nah, kami latih itu semua di Wushu”.
 

Baik Edgar maupun Erwein merupakan atlet asal DKI Jakarta yang memang banyak berkontribusi terhadap kemajuan olahraga ini dan juga menyumbang berbagai prestasi bagi Indonesia. Erwein Wijayanto telah berhasil meraih medali emas pada PON XIX di GOR Padjajaran, Bandung, Jawa Barat. Sedangkan Edgar Xavier Marvelo juga berhasil membawa pulang medali emas pada kompetisi wushu international, The 6th World Junior Wushu Championships, mengalahkan negara asal lahirnya wushu. “Prestasi terakhir kami di DKI Jakarta itu atlet juniornya meraih satu emas, lima perak, dan lima perunggu” kata Edgar. “Yang satu emas itu ya Edgar yang menang. Kalau saya, terakhir peraih medali emas di PON XIX” sambung Erwein.

Wushu merupakan salah satu cabang olahraga di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sistem perekrutan peserta kejuaraan, terutama yang mewakili Indonesia disaring melalui mekanisme yang sistematis. Hal ini diakui oleh Edgar, “Wushu DKI Jakarta terdiri dari klub-klub, di bawah KONI, atlet yg terpilih bisa masuk Kontingen DKI Jakarta. Ketika atlet itu juara di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Kejurda maka dia akan terpilih untuk latihan terpusat di KONI DKI, melalui Pelatda”.
Saat ini Edgar dan Erwein sedang mempersiapkan diri untuk kembali bertanding di Pesta Olahraga Asia Tenggara 2017, “2017 Kuala Lumpur SEA Games” di Malaysia, Agustus 2017 ini. Mari dukung harapan mereka untuk memajukan wushu di Indonesia dan kembali meraih kemenangan-kemenangan di kejuaraan umum dan nasional.