Home 2020 Jejak Peranakan Tionghoa di Rumah Tan Jin Sing

Jejak Peranakan Tionghoa di Rumah Tan Jin Sing

Bagi warga Peranakan Tionghoa di Yogyakarta nama Tan Jin Sing sudah tidak asing lagi. Sri Sultan Hamengkubuwono (HB)III mengangkatnya sebagai bupati dan memberinya gelar Kanjeng Raden Tumenggung Secadiningrat.

Selama mengabdi pada Keraton Yogyakarta, Tan Jin Sing tinggal di keraton selama 5 hari (Jumat – Sabtu). Sisanya akan ia habiskan di rumahnya yang ada di Kampung Ketandan.

Rumahnya yang berada di Kampung Ketandan dulunya terbilang sangat mewah. Sebagai seorang kapitan yang sangat berpengaruh di Yogyakarta, saat itu tanah yang dihuninya membentang dari perematan Ketandan hingga Jalan Ahmad Yani. Kalau dihitung bisa mencapai 1 hektar.

Desain interior rumah Tan Jin Sing terdiri dari 3 gaya arsitektur yakni Tionghoa, Eropa, dan Jawa. Rumah ini didominasi warna putih dengan kusen berwarna hijau. Arsitektur khas Tionghoa nampak pada bagian pintu kayu yang tidak terlalu tinggi, serta pilar-pilar besar di setiap sudut rumahnya.

Untuk bagian atapnya nampak seperti atap joglo khas Jawa. Bagian lantai rumah sudah dilapisi dengan ubin seperti rumah-rumah pada zaman Belanda.

Image source: instagram.com/amie_sakuntala

Masuk ke dalam rumah, ada teras yang menghadap ke halaman belakang rumah. Di bagian belakang rumah terdapat bangunan kecil yang dulu biasa digunakan untuk menyimpan beras atau hasil panen lainnya dan di sebelahnya ada sumur.

Kini rumah Tan Jin Sing tidak seluas dahulu. Halamannya yang luas dan beberapa bangunan sudah dialih fungsikan dan berganti pemilik, menyisakan bagian kantor dan istal kuda saja.

Pemda Yogyakarta membeli sisa area Rumah Tan Jin Sing dan tengah merestorasinya. Rencananya rumah ini akan dijadikan museum Peranakan makro dan juga akan diisi dengan kisah-kisah Tan Jin Sing selaku pemiliknya dulu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Mengenal Suku Peranakan Tionghoa

Masyarakat Peranakan Tionghoa sebenaarnya terdiri dari beberapa suku yang memiliki dialek berbeda dan tersebar di seluruh wilayah...

Tau Kua Heci, Kuliner Peranakan Khas Binjai

image source: IDN Times Kalau berkunjung ke Kota Binjai, Sumatera Utara rasanya tak lengkap jika tidak menyantap jajanan...

Jejak Peranakan Tionghoa di Rumah Tan Jin Sing

Bagi warga Peranakan Tionghoa di Yogyakarta nama Tan Jin Sing sudah tidak asing lagi. Sri Sultan Hamengkubuwono (HB)III mengangkatnya sebagai bupati dan...

Mengenal Sosok Tatung Pengusir Roh Jahat dalam Perayaan Cap Go Meh

JawaPos.com – Kalimantan Barat punya budaya dan tradisi yang kaya. Apalagi dalam perayaan Cap Go Meh pasti akan lebih meriah. Cap Go Meh...

Traditional Ip Man Wing Chun di acara Pasar Taon Baroe

Aspertina bekerja sama kembali dengan Kota Kasablanka menampilkan pagelaran budaya peranakan yang beragam. Salah satunya adalah penampilan Traditional Ip Man Wing...
Open chat
Click here to chat with us now!
Powered by