Aspertina FAQs

Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia atau ASPERTINA adalah sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang seni dan budaya yang berbasis di Jakarta, Indonesia yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 2011.

Pelestarian Seni dan Budaya Peranakan Tionghoa di Indonesia.

  1. Meningkatkan kesadaran pelestarian seni dan budaya Peranakan Tionghoa.
  2. Menggali budaya Peranakan Tionghoa masa lalu yang luhur dan bermartabat.
  3. Menyusun kembali, memelihara dan melestarikan budaya Peranakan Tionghoa dalam bingkai budaya Nasional.
  4. Mensosialisasikan budaya Peranakan Tionghoa kepada generasi muda Tionghoa.
  5. Memasyarakatkan budaya peranakan Tionghoa untuk mendorong terjadinya saling pengertian dan mewujudkan persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.
  6. Menyelenggarakan pertemuan, penyuluhan, pembinaan dan bantuan yang diperlukan dalam rangka memelihara dan melestarikan seni dan budaya Peranakan Tionghoa.
  7. Membina kerjasama dalam kemitraan dengan organisasi, lembaga, institusi lain untuk mencapai visi ASPERTINA .

Pengurus Aspertina disebut Dewan Pengurus Aspertina, dipilih dan dikukuhkan melalui Sidang Pleno Diperluas. 


Masa bakti kepengurusan Aspertina yaitu 3 tahun dan khusus jabatan Ketua Umum Dewan Pengurus dapat menjabat maksimal 2 (dua) masa bakti.

Ketua Umum : Andrew A. Susanto

Sekretaris Umum : Aji Bromokusumo

Bendahara I : Sutinah

Kepala Bidang Antar Lembaga : Hendi Cahya Handadi

Kepada Bidang Komunikasi : Rebecca Artha Muljadi

Kepala Bidang Pengembangan Organisasi : Hendri

Bidang Hukum dan Advokasi : Geoffrey M. Kurniawan &  Kris W. Soepandji

Koordinator Administrasi Anggota : Imelda Lucia. A

Koordinator Kegiatan Rutin dan Acara : Hendri & Ferdinand Hendriano

Susunan Dewan Pendiri :

Felix Ali Chendra, Tjandra Ghozalli, Edison Jingga

Susunan Dewan Pembina :

Sony Subrata, Krisnina Akbar Tandjung, SD Darmono, Alexandra Tan, Josep ‘Aji’ Chen

Susunan Dewan Pakar :

Myra Siddharta, David Kwa, Mona Lohanda, Sutrisno Murtiyoso, Adrianus Waworuntu, Dwi Woro Retno Mastuti, Iwan Santosa

Pertemuan Komunitas Peranakan Tionghoa (KPTI) 

Bertempat di Eat and Eat Kelapa Gading, pertemuan KPTI kali ini untuk membahas persiapan acara Moon Cake Festival. Direncanakan akan ada pameran lukisan Cina dan foto budaya Tionghoa. Untuk teknis pelaksanaan, KPTI akan dibantu oleh Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI).

Pertemuan Komunitas Peranakan Tionghoa (KPTI) 4 Agustus 2011

Pada Kamis, 4 Agustus 2011 yang lalu, bertempat di Kedai Tiga Nyonya, telah diadakan pertemuan Komunitas Peranakan Tionghoa Indonesia (KPTI). Pada pertemuan ini di bahas mengenai peresmian organisasi bernama Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) dan susunan struktur organisasi tersebut.

Hadir dalam pertemuan, wakil dari Dewan Ahli/Pakar, Ibu Woro Dwi, wakil dari Dewan Pendiri, Bapak Tjandra Ghozali, wakil dari Dewan Pembina, Bapak Sony Subrata, ibu Alexandra Tan dan Bapak Joseph Aji Chen, serta wakil dari Dewan pengurus Bapak Andrew A.Susanto.

Direncanakan peresmian Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia dilaksanakan pada 28 Oktober 2011, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Keanggotaan Aspertina adalah perorangan laki-laki atau perempuan Warga Negara Republik Indonesia yang memiliki minat dan perhatian terhadap budaya Peranakan Tionghoa.

Anggota memiliki hak :
– Bicara
– Suara
– Memilih dan dipilih menjadi pengurus Aspertina
– Memperoleh perlakuan yang sama

Anggota memiliki kewajiban :
– Menjunjung tinggi nama baik dan kehormatan Aspertina
– Taat pada Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan peraturan yang berlaku

Informasi dan pendaftaran hubungi:
Sekretariat Aspertina
EightyEight@Kasablanka Building 32nd floor Unit A
Jl. Casablanca Raya Kav. 88
Jakarta Selatan 12870 – Indonesia
Phone : +6221 298 20 200
Fax : +6221 298 20 144
Email: info@aspertina.org

Load More