Beranda |  Aspertina |  Pustaka |  Berita Peranakan |  Artikel Peranakan |  Kuliner |  Sosok |  Iklan
 
Home
Berita Peranakan
Catatan Perjalanan
Kedai Peranakan
Catatan Publik
Berita Foto
Kuliner
Video
Tokoh Sejarah
 
  Peranakan Tionghoa adalah bagian penting dari budaya bangsa Indonesia yang sangat indah dan begitu kaya dengan sejarah.
   
 
  “The Little Nyonya” adalah sebuah drama serial 34 episode yang menceritakan sebuah keluarga Peranakan di Singapura dalam rentang 1930-an dan 70 tahun.
   
 
  “Wayang Potehi” atau “Wayang Titi” adalah wayang khas budaya Tionghoa yang dulu pernah sangat populer di berbagai kota di Indonesia.
   
 
  Masakan Peranakan ini tergolong cukup unik karena hanya ada di Asia Tenggara (Malaysia, Singapore, Indonesia dan sedikit di Thailand).
   
 
  “The Big Bibik and the Little Nyonyas” adalah sebuah acara singkat dengan latar belakang Peranakan, mengenai seorang nenek yang mengajarkan tiga orang cucunya.
   
 
  Mailing List ini dibuka seluas-luasnya bagi Anda yang berminat untuk mengetahui lebih jauh lagi mengenai sejarah, budaya dan seni dari masyarakat Cina Peranakan Indonesia.
   
   
   
 
Lainnya ››     

Ada Cina di Bordir Tasikmalaya

Sulaman yang dipakai di pelaminan dan pakaian adat Minangkabau, kemudian sulaman atau bordir Tasikmalaya hingga sulaman beberapa daerah lain di Indonesia, secara tidak langsung terinspirasi atau mendapat pengaruh dari Tionghoa atau Cina lanjut ››

Olahraga Barongsai Segera Bergabung Dengan KONI

Pengaruh besar Persatuan Seni Olahraga Bangrosai Indonesia ( PB Persobarin) menggelar acara pengukuhan jajaran pengurus baru, Minggu (26/2) malam, di Restoran Da Jia Fu, Mangga Besar Jakarta lanjut ››

Warga Tionghoa Singkawang gelar "cheng beng"

Ratusan warga Tionghoa Kota Singkawang menggelar sembahyang "Cheng Beng" atau berziarah ke makam orang tua, keluarga maupun leluhur mereka yang telah wafat untuk mengingat segala jasa-jasa lanjut ››

Pengembalian Nama Jalan Tjong Yong Hian di Medan

Tjong Yong Hian, kakak dari Tjong A Fie, juragan kaya dermawan dari Tanah Deli merupakan mayor pertama yang ditunjuk pemerintah Hindia Belanda di wilayah Sumatera Timur lanjut ››

Lainnya ››     

Cheng Ho (Prof. Kong Yuanzhi)

Cheng Ho, nama ini belakangan sering disebut, terutama ketika membicarakan mengenai sejarah perkembangan masyarakat Tionghoa di Nusantara. Laksamana Cheng Ho ini, dianggap sebagai salah satu penyebar agama Islam di Nusantara, meskipun kedatangannya bukanlah untuk menyebarkan lanjut ››

Identitas Tionghoa Muslim Indonesia

Indonesia mulanya adalah kotak terbuka yang siap-sedia diisi bermacam kebudayaan, ras, agama, dan suku. Hal itu tercederai karena kepentingan politik yang tak mampu mengeliminir hasrat berkuasa. Nalar penguasaan itu, pada akhirnya, mengorbankan anak negeri. Anak bangsa yang dinilai lanjut ››

Lainnya ››     

Burung Perkutut di ”Vinckpasser”

Pembantaian terhadap orang-orang China di Batavia pada 1740 membuat kaum pendatang yang disebelumnya sangat dimanjakan Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon (JP) Coen terpukul. Mereka tidak bersedia lagi diajak menetap dalam benteng kota Batavia lanjut ››

Ceng Beng (Ching Ming)

Pada 4 April 2012 ini, etnis Tionghoa yang masih memegang tradisi leluhurnya, akan merayakan hari raya Ceng Beng. Hari raya Ceng Beng (artinya terang cerah gemilang), yaitu hari suci untuk mengunjungi atau berziarah dan bersembahyang di makam lanjut ››

Barongsai Juga Olahraga

Kebudayaan etnis Tionghoa merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari sejarah bangsa Indonesia. Salah satu dari banyaknya kebudayaan yang masih terus terpelihara adalah barongsai dan liong. Kedua cabang seni sekaligus olahraga ini sejak 2000 telah berada di bawah lanjut ››

Kaligrafi China, Mewarisi Seni Kebajikan

Kaligrafi china adalah salah satu seni kaligrafi tertua di dalam sejarah peradaban manusia. Selama ribuan tahun pula berbagai kebajikan dan pemikiran filsuf ternama macam Lao Tze hingga Konfusius terwarisi di dalamnya. Hingga kini lanjut ››

Lainnya ››     
 

Restoran Danau Toba

Dirintis sejak tahun 1984, Bakmi Danau Toba, demikian nama restoran itu, kini telah menemukan bentuk khasnya dengan menu andalan berupa bakmie keriting Pematangsiantar

Kopitiam Oey

Nama Kopitiam sebenarnya berasal dari kata "kafe tien" (dialek Hokkien) yang artinya Warung Kopi.

Bunga Rampai

Restoran ini menyajikan macam-macam makanan khas Indonesia dengan sajian yang unik dan menarik.

 

Rumah makan dan warung kopi “2 Nyonya”

Siapa tidak kenal Bondan Winarno, pembawa acara “Wisata Kuliner” di salah satu TV swasta Indonesia.

Kedai Tiga Nyonya

"Kedai Tiga Nyonya" menyajikan berbagai makan-an peranakan, sebagai per-campuran resep China, Melayu dan Belanda.

Rumah Makan Kembang Goela

Rumah makan "Kembang Goela" memiliki desain interior unik, bernuansa kolonial minimalis dengan luas sekitar 700m2.

Lainnya ››     
 
 
 
 
    Lainnya ››     
 
 
  Home | Berita | Artikel | Rumah Makan | Masakan | Galeri Video | Pustaka | Kontak
 

Copyrights©2011. The Association of Peranakan Tionghoa Indonesia. All Rights Reserved.